Pages

INVESTIGATION NEWS


 
             Investigation news. Atau yang sering kita kenal dalam bahasa Indonesia “berita investigasi”, adalah suatu berita yang dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber.
            Investigasi adalah salah satu model jurnalisme, yang bisa dipergunakan untuk mengungkap sebuah kasus apapun dan dimanapun. Seperti kasus korupsi, kasus pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia), kasus sengketa dan lain-lain.
            Dalam prakteknya, investigasi ini tidak sembarang wartawan menggunakannya. Selain kesulitan dan bahkan bisa mendatangkan ancamaan,  investigasi itu membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Sehingga, praktis hanya wartawan-wartawan senior yang telah berpengalaman, yang melakukan peliputan berita-berita investigasi.
            Di Indonesia, tidak banyak wartawan dan madia massa yang melakukan peliputan-peliputan investigasi. Di samping karena faktor SDM, biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Melakukan liputan investigasi, juga bisa memakan waktu berbulan-bulan lamanya, bahkan bisa mencapai dalam hitungan tahun. Umumnya, para wartawan indoesia, hinngga kini, dalam pandangan pakar komunikasi Universitas Diponogoro  (Undip) Semarang Triyono Lukmantoro, masih banyak yang maenggunakan talking journalism. Yaitu jurnalisme yang lebih mengedepankan kutipan-kutipan dari tokoh, pejabat atau narasumber yang bisa ditemui. Parahnya, tak sedikit wartawan yang mendapatkan hasil wawancara by phone.   
            The Mucrakers (para pembongkar kasus), adalah sebutan  bagi wartawan. Istilah ini dikenal luas oleh kalangan wartawan sejak awal abad XX. 
           

catatan liburan


Pagi ini fajar tersenyum teramat manis padaku, dedauan yang basah terhias tetes destilasi, menjadikannya laksana cahaya kristal yang terbias mentari pagi. Indah memukau kawan, seindah suasana hatiku.

Kusiapkan pagiku seperti biasa, bangun pukul empat. Menghadap panggilanNYA ditengah dinginnya suasana pagi. Seperti biasa dan tak ada yang istemewa.

Hari ini 23 januari, memang ada apa dengan 23 januari ?? akan ku beritahu padamu kawan ada apa dibalik angka 23 itu. Yaps! Pasti hari yang istimewa. Tapi mengapa istimewa ?? tentu karna ada sesuatu yang berbeda. Tapi apa yang berbeda?? Ach kau terlalu penasaran ya . Baiklah, akan ku ceritakan padamu kawan.

Kau tahu rutinitas pengambilan rapot bukan? Tentu tahu.

Runititas itu sedikit berbeda kali ini, khususnya untukku. Yang pertama karna ini pertama kalinya aku memperoleh rapot di sekolah menengah atas. Tapi yang membuatnya istimewa bukan itu kawan, ada hal yang lebih menarik dari padanya.

Aku berangkat pukul 7.30 hari ini, sedikit bocoran untukmu kawan. Setelah ulsem (ulangan semester) sekolah usai adalah hari-hari peniadaan aturan. Itu sich menurut bahasa kami. Hehehe................. mengapa kami sebut demikian ,tak lain dan tak bukan karna memang aturan itu seperti benar-benar tidak diberlakukan untuk kami.

Contohnya saja, hari-hari biasa kami harus sudah ada disekolah sebelum pukul 6.45, jika pukul sekian kami belum juga datang, jangan harap kami bisa lolos gerbang 2 dengan selamat tanpa dapat bonus dari Mr. Nyoto (satpam sekolah kami yang namanya suadah popular di seantero sekolah, mulai dari anak yang paling bandel sampai yang paling rajin, mulai dari anak yang paling pinter sampai anak yang siapa nama Gubernurnya sendiri nggak tahu, mulai dari anak yang paling kaya raya sampai anak yang nggak punya. Semua mengenal dan bahkan segan pada beliau). Jika hari-hari biasa kami dilarang membawa hp ke sekolah dan jika hari-hari biasa kami diikat dengan peraturan yang seambrek.

Maka pada hari-hari setelah usai ulsem semua peraturan itu tidak lagi mengikat kami. Kami mau membawa hp sepuluhpun itu terserah kami, mau berangkat pukul delapan pagipun tak ada yang melarang kami, mau pakai seragam sekolah tak sesuai haripun suka-suka kami. Kami tak masuk sekolah juga tak ada yang mengabsen. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan hari-hari biasa yang segala peraturan mengikat kami.

Aku langsung menuju basecamp (ruang OSIS) bertemu dengan beberapa orang disana dan membicarakan hal-hal tak penting. Sekali lagi seperti biasa, tak ada yang berbeda.

Pembicaraan seru telah membawaku lupa akan waktu. Ku tengok jam tangan kesanyanganku. Masyaallah kau tahu sekarang pukul berapa kawan? pukul sembilan! Aku lupa jika aku ada janji. Sesegera mungkin aku bergegas menuju JO (jurnalis office) rumah kedua bagi anak-anak jurnalis. Oh....... ternyata kawan, kau tahu kenapa? JO masih tertutup rapat, tak ada tanda-tanda kehadiran seseorang disana. Tanpa pikir panjang, kulanggkahkan kakiku menuju kelas.

Dengan pelan tapi pasti terus kulangkahkan kaki ini. Tiba-tiba, suara yang tak asing ditelingaku memanggil-manggil namaku. Reflek, aku berhenti dan celingak-celinguk mencari-cari sumber suara.

Ternyata mbak Sita, dia tengah asyik dikerubungi orang-orang yang hendak membayar konstribusi SJT (School Jurnalis Trip). Aku mengalihkan langkah kakiku pada sosok gadis cantik yang duduk di kelas XI A3 itu. Pertanyaanku, kenapa di JO tak ada orang terjawab sudah, ternyata pertemuannya dialihkan ditempat ini.

“Hayo dek lely gurung mbayar to, ndang kene mbayar” sedikit guyonan yang membuatku hanya bisa mringis saja begitu ditodongnya.

Orang-orang yang mungkin sedari tadi tengah menggerombol itu tak lama kemudian memasuki sebuah ruang kelas XI A3. Kami diberi sedikit arahan mengenai SJT yang akan diadakan 1-2 februari mendatang. Mungkin 30 menit lamanya .

Ku lanjutkan aktifitasku dengan memasuki kelas XI A5. Ternyata kawan, disini telah penuh dengan crew IQRO’ . Duch.............. aku telat.

Mau tahu apa yang kami kerjakan kawan? yaps, kau benar pasti masalah IQRO’, tapi tahukah kau masalah apa itu? Ach ........... sudah ku duga kau tak tahu! Tapi tenang, kau akan kuberi tahu kawan.

Kami tengah membahas tema IQRO’ edisi 21 , aku tak lama disini.

Hanya 30 menit saja, kau tahu kenapa ? tak kan ku paksa kau untuk menebaknya. Pukul 10 adalah waktu bagi orang tua kami untuk mengambil rapot kami.

Dan kelas yang saat ini tengah kami pakai. Sebentar lagi, dalam hitungan detik, akan dipenuhi orang-orang yang hendak mengambil rapot anak mereka.

Ku tarik nafas dalam-dalam, ku pejamkan mata sejenak. Berdoa pada sang Ilahi. Semoga diberikanNYA hal yang terbaik untukku. Aku menunggu-nunggu rencana indah apalagi yang akan Allah berikan untukku.

Pikiranku terfokus menuju kelas, tak terlalu jauh dari tempat berdiriku saat ini. Beberapa langkah saja aku telah berada tepat di depan kelas X4 (kelasku tercinta). Mataku berjalan-jalan menelusuri setiap sudut kelasku, kupandangi satu-persatu orang-orang yang duduk dibangku yang biasa kami gunakan belajar setiap hari.

Dan aku menemukan sesosok tubuh yang sangat tak asing bagiku, aku menatapnya dalam. Aku terperanjat, “Bapak?” lirihku. senang bukan main rasanya kawan, ini kali pertama dalam hidupku setelah sekolah selama sebelas tahun, mulai sejak aku TK sampai hari ini. Sekali lagi kawan ini kali pertama dalam hidupku.

Apa menurutmu ini bukan hal istimewa?

Kubuka rapotku dengan sampul birunya yang begitu istimewa, tercantum nilai yang walau tidak bisa dikatakan sempurnya, tapi setidaknya tidak mengecewakan buatku. Lengkap sudah aktifitasku dikota tahu ini selama setangah tahun.

Dengan mengucapkan selamat liburan pada beberapa temankku, kuberanjak menuju kostku, tempat tinggalku selama aku menuntut ilmu di green kampus MAN Kota Kediri 3. Tak jauh dari sekolahku, hanya dengan berjalan 3 menit saja, ku telah sampai.

Sembari menunggu Bapak yang masih asyik didepan sekolahku menikmati semangkok es oyen kesukaan beliau. Aku menyiapkan apa-apa yang sekiranya perlu aku bawa pulang kekampungku tercinta, kota inggandaya.

Selang tak berapa lama bapak sudah berada di kostku, kupercepat diriku dalam bersiap. Sekiranya sudah kucup persiapanku. Tanpa mengulur waktu segera ku berpamitan pada mbah niti , dan teman-teman satu kost, lengkapnya kami bersebelas, tinggal di rumah yang tidak terlalu besar tapi teramat penuh cinta ini.

Usai ritual berpamitan, kulangkahkan kaki dengan semangat 45. (Hach, sedikit lebay memang). Menuju mobil kesanyangan Bapak yang akan membawaku menuju ke kota paling selatan dari provinsi jawa timur. Ya, kali ini kau benar lagi kawan. Memang kota Tulungagung yang ku maksudkan.

Lama ku menunggu saat ini.

Melepas penatku beberapa saat bersama keluarga setelah lama pergi jauh dari mereka. Ach...................... saat itu tiba ! taukah kau perasaanku saat ini kawan ??

Singkatnya aku senang. Kompleksnya banyangin aja saat kau ngemut permen nano-nano. Manis, asem, asin, rame rasanya. Kurang lebih gitu dech.

Tak banyak yang kami bicarakan dalam mobil, bapak yang tengah asyik menyetir mobil sesekali mengajakku bicara. Sedangkan aku tak ada aktifitas lain selain bersms ria dengan beberapa kawanku, membicarakan nilai rapot tentunya.

Sesekali ku menatap jalan yang dipenuhi lalu lalang kendaraan-kendaraan salip menyalip. Bus-bus yang tengah berhenti sejenak untuk mencari penumpang. Dan orang-orang yang tengah berjualan dipinggir-pinggir jalan. Anak-anak jalanan yang tak tentu hidupnya.

Detik itu juga aku merasa amat bersyukur akan hidupku kawan. Allah benar-benar memberiku hal terbaik. Iman dan islam, keluarga, teman, orang-orang yang menyayangiku. Aku merasa amat beruntung kawan, bagaimana denganmu?

Lama asyik dengan aktifitasku, tiba-tiba aku merasa ada yang janggal dengan jalur yang ditempuh bapak kali ini. Aku diam dalam tanya. Menerka-nerka kenapa. Tak berapa lama mobil berhenti, di rumah sakit.

Sudah ku duga! Adikku dirawat disini kawan, sudah terhitung 8 hari dia dirawat disini. Beberapa detik selanjutnya kutemukan adikku terkulai lemas di bad. Malam ini aku tidur disini, ritual liburan semester yang pertama. Tak terlalu buruk bukan, lagi pula tak hanya aku yang malam ini tidur dirumah sakit. Bapak, ibu, dan adikku yang kedua juga ikut serta tidur disini. Satu keluarga singkatnya.

Tempat ini tak begitu luas, tapi cukup untuk kami berlima. Dalam ritual liburan ini 2 hari aku dirumah sakit. Jangan kau tanyakan apa yang kukerjakan disini kawan. Tapi jika kau memaksa, baiklah akan kucritakan.

Kau serius ingin dengar ini ?? oh ...... ternyata kau memang benar-benar ingin tahu ya. Hanya membaca majalah, nonton tv, tentunya shalat dan makan, mandi, dan apa yang bisa orang lakukan di rumah sakit menurutmu. Minggu malam aku pulang kerumah.

Ritual liburan kulanjutkan dengan istirahat sejenak dirumah. Melepas penatku setelah sekian minggu gencar-gencarnya belajar menghadapi ulsem. Semua seakan terbayar saat kutrima rapot yang didalamnya tercantum jika aku masuk sepuluh besar. Ya walau bukan peringkat satu yang kusandang tapi setidaknya aku bisa buktikan jika aku dapat bersaing di sekolah yang tak semua orang bisa masuk menjadi siswa di didalamnya. Di sekolah impian setiap insan.

Hari kesepuluh adikku sudah meninggalkan rumah sakit, yang mungkin membuatnya jenuh setengah mati akannya.

Hari-hari berikutnnya ku jalani liburan dengan stay in home. Why? sebab sekolahku libur tidak pada jadwal yang sama denagan kedua orang tua ku maupun dengan adik-adiku. Jadi dengan sangat terpaksa harus ku jalani prosesi liburan ini dengan jadi satpam dirumah. Ach............ tak seburuk itu juga kawan.

Tapi memang pada kenyataannya liburanku kali ini sedikit agak lumayan tragis. Niat hati ingin berlibur dengan kawan lama kandas pula. Mereka pun tlah tidak di takdirkan untuk berlibur satu waktu dengan ku.

Lengkap sudah penderitaanku. Hehehe.........................

Hari kamis, ada sedikit perbedaan pada ritual liburannku kali ini. Hari ini aku punya planing untuk anjangsana ke tempat yang telah membesarkan ilmuku. Bersama kawan seperjuanganku diwaktu MTs, Putri.

Yaps, MTsN Tulungagung . Luar biasa sekali tempat ini kawan, indah dan penuh cinta di dalamnya , sekali lagi ku tekankan padamu kawan LUAR BIASA.

Waw sudah terhitung 6 bulan mungkin aku tak melihat tempat ini, tapi sungguh luar biasa, cinta yang ada di dalamnya tak pernah lekang dimakan ganasnya sang waktu. Masih hangat dalam ingatanku, saat aku masih duduk disana termenung, merenungkan ilmu-ilmu yang sungguh luar biasa indahnya. Hach.... semakin rindu aku akan tempat ini kawan.